Persija Jakarta Berharap Jadikan Stadion PTIK Kandang Sementara

0
300
Persija Jakarta Berharap Jadikan Stadion PTIK Kandang Sementara

Persija Jakarta berencana menggunakan Stadion PTIK sebagai kandang sementara. Itu jika Stadion Sultan Agung, Bantul sedang dipakai oleh klub lain. Persija telah tak dapat menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Pakansari, Cibinong sebab akan disterilkan tuk persiapan menuju Asian Games 2018. Persija pun harus mencari kandang lain.

Manajemen Persija Jakarta telah memutuskan akan memakai Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta sampai Asian Games selesai. Macan Kemayoran bakal mengawalinya saat menjamu Persebaya Surabaya pada 3 Juni. Tapi, Persija berpotensi tak dapat terus-terusan menggunakan Stadion Sultan Agung Bantul.

Sebab, telah ada dua klub lain yg pula memakai stadion yg sama, yakni PS Tira dan PSIS Semarang. Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade mengungkapkan rencana tuk menggunakan Stadion PTIK, Jakarta sebagai kandang sementara jika Stadion Sultan Agung dipakai oleh klub lain.

“Stadion Sultan Agung kan dipakai dua klub PS Tira dan PSIS, jadi cadangan kalau stadion di Bantul dipakai mereka, kami akan main di Stadion PTIK,” ujar Gede kepada detikSport, Senin (28/5/2018).

Stadion yg pula menjadi markas Bhayangkara FC itu diketahui memiliki kapasitas yg tak terlalu besar. Ribuan The Jakmania terancam tak dapat menyaksikan langsung tim kebanggaanya jika bermain di stadion tersebut. tuk mengantisipasinya, Gede akan membatasi jumlah penonton. Bagi The Jakmania yg tak dapat menonton langsung di Stadion PTIK, Persija Jakarta akan memasang layar lebar di beberapa titik.

“Jadi nanti tanpa penonton atau terbatas paling banyak 1000 penonton saja. Tapi kami akan siapkan big screen di sekitar Jakarta,” dia menyebutkan.

Rencana tersebut, lanjut Gede telah dikomunikasikan dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Persija Jakarta tetap menunggu persetujuan.

“Sebagian telah dikomunikasikan, yg benturan dengan PS Tira dan PSIS yg harus diputuskan,” dia menambahkan.